|
Latihan soal 3 |
Latihan soal 4 |
||
|
Latihan soal 5 |
Latihan soal 6 |
Latihan soal 7 |
Latihan soal 8 |
Salah satu sifat makhluk hidup adalah
bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai macam cara misalnya ada hewan yang
berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap dan lain sebagainya. Hewan Darat
bergerak menggunakan otot dan rangkanya terutama kaki, ikan bergerak
menggunakan sirip dan burung terbang dengan menggunakan sayap. Hewan bergerak
ke berbagai tujuan antara lain untuk melindungi diri dari predator atau untuk
mencari mangsa.
1. Gerak Hewan Dalam Air.
Air memiliki kerapatan yang lebih
besar dibandingkan udara, sehingga hewan lebih sulit bergerak di air dari pada
di udara. Air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara
dan tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis yang lebih kecil
daripada lingkungannya. Kedua hal tersebut mengakibatkan hewan yang hidup di
air dapat melayang – layang didalam air dengan mengeluarkan sedikit energy
karena adanya gaya angkat oleh air.
Salah satu bentuk tubuh yang paling
banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo (Streamline). Bentuk tubuh
ini memungkinkan tubuh meliuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan ketika
bergerak di dalam air. Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang yang
fleksibel untuk mendorong ekor dan sirip ikan di dalam air. Ikan juga memiliki
sirip tambahan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Untuk mengatur
gerakan naik turun, ikan memiliki gelembung renang yang dapat mengeluarkan gas
(biasanya berupa oksigen).
Sebagian besar ikan menggunakan
gerakan lateral pada tubuh dan sirip ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke
depan. Ada juga yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengahnya.
Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok untuk hidup di
terumbu karang. Tapi jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat ikan yang
bergerak dengan menggunakan tubuh dan sirip ekornya.
2. Gerak Hewan Di Udara.
Gravitasi adalah masalah utama yang
dihadapi oleh hewan – hewan yang terbang di udara. Tubuh hewan – hewan tersebut
harus memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya grafitasi karena
tidak mungkin tubuh hewan memiliki massa jenis yang mendekati massa jenis
udara. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat adalah dengan menggunakan
sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat terbang.
Sayap burung tersusun atas kerangka
yang kuat dan ringan, serta otot yang kuat. Sayap burung memiliki bentuk
melengkung sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap lebih
cepat dari pada bagian bawahnya. Hal ini akan menghasilkan gaya angkat dan gaya
dorong yang efektif untuk pergerakan burung. Struktur sayap yang demikian
disebut airfoil. Saat sayap dikepakkan, sayap memberikan gaya aksi terhadap
udara dibawah sayap, sehingga udara akan mengalir kebawah. Sesuai dengan Hukum
III Newton, ketika benda pertama memberikan gaya Faksi pada benda kedua, maka benda
kedua akan memberikan gaya Freaksi pada benda pertama. Hal inilah yang membuat burung dapat terangkat
keatas.
3. Gerak Hewan Di Darat.
Hewan yang hidup di darat memiliki otot
dan tulang yang kuat. Hal tersebut diperlukan untuk mengatasi inersia
(kecenderungan tubuh untuk diam) dan untuk menyimpan energy pegas (elastisitas)
untuk melakukan berbagai aktivitas. Bayangkan bila kita berjalan. Seseorang
mulai berjalan dengan menginjak lantai dengan kakinya, lantai kemudian
memberikan gaya balik yang sama dan berlawanan arah pada orang tersebut dan
gaya inilah yang menggerakkan orang tersebut ke depan. Dengan cara yang sama,
seekor burung yang terbang ke depan memberikan gaya pada udara dengan cara
mengepakkan sayapnya ke belakang, tetapi udara tersebut mendorong balik sayap
burung itu ke depan.
Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh
yang sangat besar, akibatnya untuk bergerak, gajah dan kerbau harus melawan
inersia yang nilainya juga sangat besar. namun perbedaan struktur tulang serta
kekuatan otot gajah dan kerbau membuat gajah mampu melakukan gerakan yang lebih
lincah daripada kerbau. Lain halnya dengan kuda, harimau, dan kijang. Ketiga
hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang sangat kuat. Kijang dan
harimau memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan harimau
mampu menyimpan elastisitas yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan pada saat
berlari, kijang dan harimau lebih banyak melompat ke udara dan meluncur di
udara. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil daripada gaya gesek permukaan
tanah membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada
kuda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar