Kamis, 25 Agustus 2022

Usaha dan gaya

 https://fismath.com/rumus-usaha-dan-contoh-soal-penyelesaiannya-smp-kelas-8/

Usaha adalah gaya yang dilakukan untuk melakukan perpindahan. Di dalam fisika, jika benda tersebut bergerak namun tidak berpindah dikatakan tidak melakukan usaha. Misalnya, kita mendorong mobil di tanjakan, kemudian kita tidak kuat mendorongnya. Ketika sudah sampai beberapa meter mendorongnya, tiba-tiba mobilnya balik lagi ke tempat semula. Walaupun kita sudah bersusah payah mengeluarkan keringat itu dikatakan tidak melakukan usaha. Kenapa demikian? Karena mobil yang kita dorong tidak berpindah dari tempatnya.





Contoh melakukan usaha dalam kehidupan sehari-hari

  • Mendorong meja dari pojokan rumah sampai ke tengah rumah. Artinya meja yang kita dorong ada perpindahan.
  • Mengayuh becak sampai beberapa meter
  • Mengayuh sepeda dari rumah sampai ke sekolah

Usaha dapat bernilai positif, negatif, dan nol (0). Berikut penjelasannya!

1. Usaha positif

Usaha yang bernilai positif jika gaya yang dikerjakan searah dengan perpindahan benda. Misalnya kita mendorong meja ke arah kanan, maka meja yang didorong berpindah ke arah kanan juga. Contohnya bisa dilihat pada gambar kuda menari gerobak ke kanan, gerobaknya juga ikut bergerak ke kanan.


2. Usaha negatif

Usaha yang bernilai negatif apabila gaya yang dikerjakan pada benda tidak searah dengan gerak benda. Contohnya apabila kita menarik gerobak di tanjakan. Karena kita capek atau lelah akhirnya gerobaknya turun ke bawah karena kita sudah tidak kuat lagi menahan gerobaknya. Bisa dilihat pada gambar.


3. Usaha bernilai nol

Kalau usaha bernilai nol ini artinya tidak ada perpindahan. Bisa dikatakan pula gayanya tegak lurus dengan perpindahan. Contohnya apabila kita mendorong tembok, tembok tidak bergerak atau bergeser.

Senin, 22 Agustus 2022

bahan penelitian haris ali

 sumber bacaan 

Cara kerja alat pemadam kebakaran berbahan padat /powder 


digilib.uns.ac.id

Pembuatan bioetanol dari kulit singkong

Riza Fahmi Sukmawati

UNS (Sebelas Maret University), 2009

ABSTRAK Kulit singkong merupakan limbah dari singkong yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi sehingga kulit singkong dapat dijadikan salah satu alternatif bahan baku pembuatan bioetanol. Persentase jumlah limbah kulit bagian luar sebesar 0, 5–2% dari berat total singkong segar dan limbah kulit bagian dalam sebesar 8–15%. Bioetanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh lewat proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Hidrolisis adalah suatu proses antara reaktan dengan air agar suatu senyawa pecah terurai. Fermentasi adalah suatu proses perubahan–peubahan kimia dalam suatu substrat organik yang dapat berlangsung karena aksi katalisator biokimia, yaitu enzim yang dihasilkan oleh mikrobia–mikrobia tertentu. Distilasi adalah suatu proses penguapan dan pengembunan kembali, yang dimaksudkan untuk memisahkan campuran dua atau lebih zat cair ke dalam fraksi–farksinya berdasarkan perbedaan titik didih. Proses pembuatan bioetanol ini melalui tahap–tahap yaitu pembuatan tepung kulit singkong, menganalisa kadar pati, kadar air, kadar serat atau selulosa tepung kulit singkong, proses hidrolisis tepung kulit singkong kemudian menganalisa kadar glukosa, proses fermentasi dan proses distilasi. Pembuatan bioetanol dari tepung kulit singkong diawali dengan proses hidrolisis asam. Proses hidrolisis ini bertujuan untuk mengubah polisakarida (pati) menjadi monosakarida (glukosa). Asam yang digunakan adalah asam klorida (HCL) 0, 1 N, berat tepung 75 gr dalam 750 ml larutan asam dengan suhu 1030C selama 1 jam. Dari hasil percobaan hidrolisis tepung kulit singkong diperoleh larutan glukosa dengan kadar 15, 05%. Pada proses fermentasi, glukosa akan diuraikan menjadi etanol oleh ragi Saccharomyces cerevisiae sebanyak 8 gram dan 5 gram urea selama 4 hari. Proses distilasi untuk memisahkan etanol dilakukan selama 1 jam atau sampai tidak terjadi tetesan lagi, pada suhu 78–800C. Dari hasil analisa diperoleh kadar etanol hasil distilasi sebesar 9, 27%. Dari 60 gr tepung kulit singkong diperoleh etanol kadar 9, 27% sejumlah 12 ml atau rendemennya sebesar 22, 15% dari berat tepung kulit singkong. 

ABSTRACT Cassava skin is cassava’s waste which contains high carbohydrate so that it can be one of the alternative raw materials of bioethanol making. The rate of the outer cassava skin waste is 0.5–2% out of the total weight of a fresh cassava skin the inner one is 8–15%. Bioethanol is alcohol which is obtained from a biomass fermentation process that is aided by a micro-organism. Hydrolysis is a process between a reactor and water to make a compound scattered. Fermentation is the process of the chemical changes of an organic substrate which are able to take place because of biochemistry catalyst action, from an enzyme that is produced by certain microbes. Distillation is a process which involves an evaporation process that is continued by a condensation process, the distillation is intended to separate the mixture of two or more liquids to their own fractions based on boiling point difference. The process of bioethanol making includes some stages. Such as the making of cassava skin flour, the analysis of the amount of starch, water and fiber or cellulose of cassava skin flour, the hydrolysis process of cassava skin flour, the analysis of glucose rate, fermentation process, and distillation process. The making of bioethanol out of cassava skin is initiated by an acid hydrolysis process. Hydrolysis process is aimed to change polysaccharide (starch) into monosaccharide (glucose). The acid hydrolysis process uses chloride acid (HCl) 0.1 N and 75 gram flour in 750 ml acid solution at …


Lihat di digilib.uns.ac.id

[PDF] uns.ac.idDirujuk 14 kaliArtikel terkait2 versi

download.garuda.kemdikbud.go.id

Pemanfaatan Tepung Kulit Singkong dalam Pembuatan Mi Sagu Instan

Ucok Wandi Siagian, VONNY SETIARIES Johan, S Pato


Sagu 12 (2), 32-39, 2013


The objective of this research was to find best formulation for making instant noodle from cassava peel flour and sago starch. This study was conducted using Complete Random Design with three repetitions and six treatments namely, SK0 (100% sago starch), SK1 (95% sago starch and 5% cassava peel flour), SK2 (90% sago starch and 10% cassava peel flour), SK3 (85% sago starch and 15% cassava peel flour), SK4 (80% sago starch and 20% cassava peel flour), and SK5 (75% sago starch and 25% cassava peel flour). Data analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and further analyzed with DNMRT. The results showed that addition of cassava feel flour significantly affected the moisture content before and after frying, protein content, acid value and intactness, but did not significantly influence rehydration time. The best formulation was SK5 (75% sago starch and 25% cassava peel flour) with moisture content before and after frying 9.12% and 7.12% respectively, protein content 6.14%, acid number 0.03%, intactness 94.93% and rehydration time 4.23 minutes.






download.garuda.kemdikbud.go.id


Pemanfaatan Tepung Kulit Singkong dalam Pembuatan Mi Sagu Instan


Ucok Wandi Siagian, VONNY SETIARIES Johan, S Pato


Sagu 12 (2), 32-39, 2013


The objective of this research was to find best formulation for making instant noodle from cassava peel flour and sago starch. This study was conducted using Complete Random Design with three repetitions and six treatments namely, SK0 (100% sago starch), SK1 (95% sago starch and 5% cassava peel flour), SK2 (90% sago starch and 10% cassava peel flour), SK3 (85% sago starch and 15% cassava peel flour), SK4 (80% sago starch and 20% cassava peel flour), and SK5 (75% sago starch and 25% cassava peel flour). Data analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and further analyzed with DNMRT. The results showed that addition of cassava feel flour significantly affected the moisture content before and after frying, protein content, acid value and intactness, but did not significantly influence rehydration time. The best formulation was SK5 (75% sago starch and 25% cassava peel flour) with moisture content before and after frying 9.12% and 7.12% respectively, protein content 6.14%, acid number 0.03%, intactness 94.93% and rehydration time 4.23 minutes.


Lihat di download.garuda.kemdikbud.go.id


[PDF] kemdikbud.go.idDirujuk 3 kaliArtikel terkait4 versi


eprints.ums.ac.id


Pemanfaatan tepung kulit singkong (manihot utilissima) untuk pembuatan plastik ramah lingkungan (biodegradable) dengan penambahan Gliserol dari minyak jelantah

Ita Indriana Sari

Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015


Plastik ramah lingkungan (biodegradable) merupakan plastik yang dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Tepung dari kulit singkong (Manihot utilissima) dapat dimanfaatkan untuk membuat plastik ramah lingkungan (biodegradable) karena mengandung polisakarida dan selulosa. Pada pembuatan plastik ramah (biodegradable) lingkungan perlu ditambahkan gliserol agar plastik yang dihasilkan lebih elastis. Gliserol dapat diperoleh dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Tujuan penelitian ini mengetahui sifat mekanik (ketahanan tarik dan perpanjangan putus) sifat organoleptik (tekstur) plastik ramah lingkungan (biodegradable) dengan penambahan gliserol dari minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi tepung kulit singkong yaitu 2g, 3g, 4g dan penambahan gliserol dari minyak jelantah yaitu 8ml, 9ml, dan 10ml. Data hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketahanan tarik plastik tertinggi pada perlakuan B2P2 senilai 0,97 Kg/cm2, perpanjangan putus tertinggi pada perlakuan B1P2 senilai 38,67%. Hasil uji organoleptik tekstur paling digemari pada perlakuan B1P2.






Minggu, 21 Agustus 2022

Struktur dan Fungsi Tumbuhan (IPA Kelas 8)

 Tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi kelompok tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) dan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta)?


  • Tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) meliputi tumbuhan lumut (Bryophyta).
  • Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) meliputi tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
Tumbuhan berbiji dapat dikelompokkan lagi menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).


akan mempelajari lebih dalam tentang tumbuhan berpembuluh. 

Organ adalah kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu.

Tubuh tumbuhan berpembuluh tersusun atas beberapa organ. Secara umum, organ penyusun tumbuhan berpembuluh dapat dikelompokkan menjadi organ vegetatif dan organ generatif.

Organ vegetatif adalah organ tumbuhan yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, terutama berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan. 

Organ vegetatif tumbuhan berpembuluh terdiri atas akarbatang, dan daun.

Organ generatif adalah organ tumbuhan yang berfungsi dalam proses perkembangbiakan secara generatif atau seksual (didahului oleh peristiwa perkawinan). Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) organ generatif terdiri atas bungabuah, dan biji.


Struktur dan Fungsi Akar

Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada di bawah permukaan tanah, tidak memiliki buku-buku, tumbuh ke pusat bumi atau menuju air, warna tidak hijau (keputih-putihan atau kekuning-kuningan), dan memiliki bentuk meruncing.

Terdapat dua jenis sistem perakaran pada tumbuhan, yaitu serabut dan tunggang. Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput memiliki sistem perakaran serabut. Sebaliknya pada tumbuhan dikotil seperti kacang tanah dan mangga memiliki sistem perakaran tunggang.


Sabtu, 20 Agustus 2022

sistem gerak tumbuhan ( ipa kelas 8 )

 https://www.tokopedia.com/calyas/alat-deteksi-radiasi-electromagnetic-digital-radiation-detector-hitam?extParam=ivf%3Dfalse&src=topads

Latihan soal  1

Latihan soal 2

Latihan soal 3

Latihan soal 4

Latihan soal 5

Latihan soal 6

Latihan soal 7

Latihan soal 8


Berdasarkan asal datangnya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga (3), yaitu : Gerak Endonom, Gerak Hidroskopis, Gerak Esionom.

1.      Gerak Endonom.
Jika kita mengamati daun tumbuhan Hydrilla Verticillata, maka akan melihat struktur seperti dinding tembok yang didalamnya terdapat butiran bulat berwarna hijau. Struktur seperti tembok tersebut merupakan sel daun. Didalam sel daun tersebut terdapat cairan yang disebut sitoplasma. Dalam sitoplasma terdapat butiran bulat berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas bergerak berkeliling (rotasi) didalam sel yang disebut gerak siklosis. Pergerakan tersebut sebenarnya akibat dari pergerakan atau aliran sitoplasma dalam sel. Gerak ini terjadi secara spontan dan berasal dari dalam sel tumbuhan tersebut. Gerak yang terjadi akibat rangsangan yang berasal dari dalam sel atau tubuh tumbuhan disebut dengan gerak endogen.
2.      Gerak Higroskopis.
Ada bermacam – macam buah polong – polongan seperti kacang kedelai (Glycine max), Buah cangkring (Erythrina variegata) dan buah biduri (Asclepias Gigantea). Ketika buah polong – polongan sudah tua, terjadi perubahan kadar air di dalam sel secara tidak merata. Akibatnya terjadi pengerutan bagian buah yang tidak merata. Pengerutan ini membuat buah polong menjadi terbuka. Membukanya buah polong tersebut merupakan salah satu contoh gerak higroskopis. Selain membukanya buah polong – polonga, contoh gerak higroskopis yaitu membukanya dinding sporangium (kotak spora) tumbuhan paku.
3.      Gerak Esionom.
Gerak Esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya ransangan dari luar tubuh tumbuhan (lingkungan sekitar). Berdasarkan respons gerak yang dilakukan tumbuhan. Gerak Esionom dapat dibedakan menjadi Gerak Tropisme, Gerak Taksis, Gerak Nasti.
a.      Gerak Tropisme.
Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat seperti halnya hewan. Setiap ujung batang tumbuhan akan tumbuh menuju arah datangnya cahaya. Berbeda halnya dengan arah gerak pertumbuhan akar. Akar tumbuhan akan bergerak tumbuh menjauhi arah datangnya cahaya dan akan cenderung bergerak tumbuh menuju pusat bumi. Kedua gejala tersebut menunjukkan bahwa ada gerak tumbuhan yang arah pergerakannya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dari luar disebut gerak tropisme. Arah gerak tumbuhan yang mendekati arang arah datangnya rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif.
1.      Gerak Fototropisme.
Ujung batang tumbuhan mengalami pertumbuhan ke arah cahaya. pengaruh rangsang cahaya terhadap arah tumbuh batang tumbuhan. Jenis gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya disebut dengan gerak fototrofisme atau heliotropisme. tumbuhan yang arah tumbuhannya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positip sedangkan yang menjauhi  cahaya disebut fototropisme negatif. 
2.      Gerak Geotropisme.
akar jagung tumbuh menuju arah bawah (menuju ke pusat bumi). Setelah jagung diletakan pada posisi miring, akar menjadi bengkok dan tumbuh kembali menuju pusat bumi. arah pertumbuhan batang ke atas (menjauhi pusat bumi). Setelah jagung diletakkan pada posisi miring, batang menjadi bengkok dan tumbuh kembali menuju ke atas (menjauhi pusat bumi). Arah gerak akar dan batang jagung tersebut terjadi karena pengaruh gravitasi bumi. Gerak akar dan batang yang demikian disebut geotropism atau gravitropisme. gerak akar menuju ke pusat bumi disebut geotropism positif, sedangkan gerak batang menjauhi pusat bumi disebut geotropism negatif.
3.      Gerak Hidrotopisme.
Selain tumbuh menuju pusat bumi, gerak pertumbuhan akar juga dipengaruhi oleh sumber air. Pertumbuhan akar menuju sumber air disebut gerak hidrotropisme. Maha kuasa Tuhan yang telah memberikan tumbuhan kemampuan tersebut, sehingga tumbuhan dapat terus mendapatkan air sehingga dapat tetap hidup.
4.      Gerak Tigmotropisme.
Beberapa tumbuhan seperti mentimun, kacang panjang, labu, anggur dan markisa memiliki organ tambahan yang disebut sulur. Sulur yang melilit pada suatu batang karena ada rangsangan. Rangsangan yang mempengaruhi gerak sulur tersebut yaitu sentuhan. gerak melilitnya sulur tumbuhan pada tempat rambatannya merupakan contoh Gerak Tigmotropisme
5.      Gerak Kemotropisme.
Tumbuhan dapat melangsungkan kehidupannya karena Tuhan memberikan kemampuan untuk bereproduksi. Reproduksi tumbuhan melibatkan proses penyerbukan, yaitu peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Dikepala putik, serbuk sari akan berkecambah dan membentuk buluh serbuk yang akan membawa gamet jantan (Spermatozoid) menuju gamet betina (sel telur). Gerakan buluh serbuk menuju sel telur dipengaruhi oleh zat gula (zat kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah. gerak tropisme yang dipengaruhi oleh zat kimia disebut Kemotropisme.
b.      Gerak Taksis.
Gerak Taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak Taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu misalnya pada Euglena viridis.
Euglena Viridis merupakan organisme yang dapat dikelompokkan kedalam Algae (Protista mirip tumbuhan) karena memiliki klorofil dan mampu melakukan fotosisntesis. Dalam hidupnya organisme tersebut membutuhkan cahaya, oleh karena itu Euglena Viridis akan bergerak mendekati sumber cahaya. Namun, jika intensitas cahaya terlalu  tinggi, Euglena Viridis akan berusaha menghindar. Kemampuan berpindahnya Euglena Viridis disebabkan karena organisme tersebut memiliki alat gerak berupa flagella dan reseptor cahaya. Pergerakan Euglena Viridis ini disebut dengan gerak Fototaksis.
Contoh gerak taksis lainnya adalah gerakan spermatozoa tumbuhan lumut dan paku. tumbuhan lumut dan paku bereproduksi secara seksual, akan menghasilkan sel kelamin jantan yang disebut spermatozoid. Spermatozoid mampu bergerak menuju sel kelamin betina yang terdapat pada arkegonium akibat tertarik oleh zat gula dan protein tertentu yang dihasilkan oleh arkegonium. Pergerakan spermatozoid tersebut merupakan contoh gerak kemotaksis. gerak kemotaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa zat kimia.
c.       Gerak Nasti.
Darimana pun arah datangnya sentuhan, arah gerakan yang dilakukan Daun Putri Malu selalu tetap, yaitu menutup dengan arah yang sama. Artinya gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak tumbuhan yang demikian disebut dengan Gerak Nasti. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak nasti dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya :
1.      Gerak Seismonasti.
Gerak pada daun putri malu akibat diberi getaran atau sentuhan disebut dengan Seismonasti. Seismonasti adalah gerak nasti tumbuhan yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan.
2.      Gerak Niktinasti.
Saat malam hari, Daun tumbuhan Bunga Merak (Caesalpinia Pulcherrima) dan Daun tumbuhan Lamtoro (Leucaena Leucocephala) akan menutup atau tidur dan akan membuka saat siang hari. Pergerakan daun tumbuhan tersebut akibat adanya rangsangan berupa kondisi siang hari dan malam hari. Gerak yang demikian disebut dengan Gerak Niktinasti.
3.      Gerak Fotonasti.
Pada sore hari, umumnya Bunga Pukul Empat (Mirabilis Jalapa) akan mekar. Mekarnya bunga pukul empat disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya sore hari. Gerak membukanya bunga pukul empat tersebut disebut gerak fotonasti. Fotonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan adanya rangsangan berupa cahaya.
4.      Gerak Termonasti.
Bunga yang hidup di daerah yang memiliki empat musim, seperti bunga tulip yang banyak di tanam di Benua Eropa, hanya dapat mekar di musim semi. Mekarnya bunga di musim semi disebabkan oleh suhu udara pada musim semi terasa lebih hangat. Gerak mekarnya bunga tulip pada musim semi disebut gerak termonasti. Termonasti adalah gerak nasti tumbuhan dipengaruhi oleh rangsangan yang berupa suhu.

Kamis, 18 Agustus 2022

sistem gerak hewan ( ipa smp kelas 8)

Latihan soal  1

👉  Latihan soal 2

Latihan soal 3

Latihan soal 4

Latihan soal 5

Latihan soal 6

Latihan soal 7

Latihan soal 8

Salah satu sifat makhluk hidup adalah bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai macam cara misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap dan lain sebagainya. Hewan Darat bergerak menggunakan otot dan rangkanya terutama kaki, ikan bergerak menggunakan sirip dan burung terbang dengan menggunakan sayap. Hewan bergerak ke berbagai tujuan antara lain untuk melindungi diri dari predator atau untuk mencari mangsa. 


1.      Gerak Hewan Dalam Air.

Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara, sehingga hewan lebih sulit bergerak di air dari pada di udara. Air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara dan tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada lingkungannya. Kedua hal tersebut mengakibatkan hewan yang hidup di air dapat melayang – layang didalam air dengan mengeluarkan sedikit energy karena adanya gaya angkat oleh air.

Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo (Streamline). Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh meliuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan ketika bergerak di dalam air. Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendorong ekor dan sirip ikan di dalam air. Ikan juga memiliki sirip tambahan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Untuk mengatur gerakan naik turun, ikan memiliki gelembung renang yang dapat mengeluarkan gas (biasanya berupa oksigen).

Sebagian besar ikan menggunakan gerakan lateral pada tubuh dan sirip ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke depan. Ada juga yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengahnya. Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok untuk hidup di terumbu karang. Tapi jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat ikan yang bergerak dengan menggunakan tubuh dan sirip ekornya.

 

2.      Gerak Hewan Di Udara.

Gravitasi adalah masalah utama yang dihadapi oleh hewan – hewan yang terbang di udara. Tubuh hewan – hewan tersebut harus memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya grafitasi karena tidak mungkin tubuh hewan memiliki massa jenis yang mendekati massa jenis udara. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat adalah dengan menggunakan sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat terbang.

Sayap burung tersusun atas kerangka yang kuat dan ringan, serta otot yang kuat. Sayap burung memiliki bentuk melengkung sehingga  udara yang mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat dari pada bagian bawahnya. Hal ini akan menghasilkan gaya angkat dan gaya dorong yang efektif untuk pergerakan burung. Struktur sayap yang demikian disebut airfoil. Saat sayap dikepakkan, sayap memberikan gaya aksi terhadap udara dibawah sayap, sehingga udara akan mengalir kebawah. Sesuai dengan Hukum III Newton, ketika benda pertama memberikan gaya Faksi pada benda kedua, maka benda kedua akan memberikan gaya Freaksi pada benda pertama. Hal inilah yang membuat burung dapat terangkat keatas. 

 

3.      Gerak Hewan Di Darat.

Hewan yang hidup di darat memiliki otot dan tulang yang kuat. Hal tersebut diperlukan untuk mengatasi inersia (kecenderungan tubuh untuk diam) dan untuk menyimpan energy pegas (elastisitas) untuk melakukan berbagai aktivitas. Bayangkan bila kita berjalan. Seseorang mulai berjalan dengan menginjak lantai dengan kakinya, lantai kemudian memberikan gaya balik yang sama dan berlawanan arah pada orang tersebut dan gaya inilah yang menggerakkan orang tersebut ke depan. Dengan cara yang sama, seekor burung yang terbang ke depan memberikan gaya pada udara dengan cara mengepakkan sayapnya ke belakang, tetapi udara tersebut mendorong balik sayap burung itu ke depan.

Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang sangat besar, akibatnya untuk bergerak, gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga sangat besar. namun perbedaan struktur tulang serta kekuatan otot gajah dan kerbau membuat gajah mampu melakukan gerakan yang lebih lincah daripada kerbau. Lain halnya dengan kuda, harimau, dan kijang. Ketiga hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang sangat kuat. Kijang dan harimau memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan harimau mampu menyimpan elastisitas yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan pada saat berlari, kijang dan harimau lebih banyak melompat ke udara dan meluncur di udara. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil daripada gaya gesek permukaan tanah membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kuda

 


latihan soal sistem gerak manusia (ipa kelas 8/ganjil )

1.                  Rangka tubuh manusia terletak di dalam tubuh, rangka yang terletak di dalam tubuh disebut juga ....

2.                  Selain berfungsi sebagai alat gerak, rangka tubuh juga memiliki fungsi – fungsi lain, sebutkan 6 fungsi rangka tubuh !

3.                  Rangka tubuh manusia tersusun atas tiga bagian, yaitu Tulang ...., Tulang .... dan Tulang ...

4.                  Tulang …..berfungsi melindungi otak yang bersifat lunak dan mempunyai fungsi yang sangat vital. Tulang tengkorak terdiri atas …. tulang.

5.                  Tulang tengkorak terbagi atas Tulang Tengkorak bagian … dan tulang tengkorak bagian ….

6.                  Tulang tengkorak bagian kepala disebut juga tulang ….  Ketika bayi dilahirkan, tulang tempurung belum ….

7.                  Hubungan antar tulang pada tempurung kepala merupakan hubungan antar tulang yang …..  digerakkan

8.                  Tulang tempurung kepala terdiri atas : tulang …., …..,….., …..,  ….

9.                  Tulang Tengkorak Bagian Muka (Wajah).

a.                  … tulang …..

b.                  … tulang …..

c.                  … tulang …..

d.                  … tulang …..

e.                  … tulang …..

f.                   … tulang …..

g.                  … tulang …..

h.                  … tulang …..

 

10.              Hubungan antar tulang pada tulang tengkorak bagian muka adalah menyatu dan tidak dapat digerakkan, kecuali tulang …..

11.              Tulang badan terdiri atas tulang …, tulang …, tulang …, tulang … dan tulang …

12.              Tulang Belakang terdiri atas … ruas tulang belakang, yaitu…  ruas tulang leher, … ruas tulang punggung, … ruas tulang pinggang, …. ruas tulang kelangkang yang menyatu dan … ruas tulang ekor.

13.              Sebutkan 4 fungsi tulang belakang !

14.              Bentuk tulang belakang agak sedikit melengkung. Hal ini berfungsi untuk menjaga …. badan, anggota gerak dan kepala

15.              Tulang Dada Terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian … , bagian … dan bagian …. Tulang ini berfungsi sebagai ….

16.              Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang tulang rusuk, yaitu 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu dan 2 pasang rusuk melayang

17.              tulang rusuk sejati bagian depan melekat pada tulang …, bagian belakang tulang rusuk sejati melekat pada …

18.              rusuk palsu baigan depan melekat pada tulang … , sedangkan bagian belakang melekat pada tulang …

19.              Tulang rusuk ….  bagian depan tidak melekat pada tulang, sedangkan bagian belakang melekat pada tulang belakang.

20.              Tulang Gelang Bahu Terdiri atas 2 tulang … dan 2 tulang … . Tulang belikat melekat pada tulang rusuk, sedangkan tulang Selangka melekat pada tulang dada.

21.              Tulang Gelang Panggul  Terdiri atas 2 tulang …, 2 tulang …. dan 2 tulang ….. Ketiga tulang tersebut membentuk lingkaran dengan lubang.

22.            Tulang Anggota Gerak Terdiri atas tulang anggota gerak bagian atas / lengan dan tulang anggota gerak bagian bawah / kaki.

23.            Tulang Anggota Gerak Bagian Atas Terdiri atas 2 tulang … , 2 tulang …, 2 tulang …, 16 tulang …, 10 tulang … dan 28 tulang …. Letak tulang pengumpil searah dengan ibu jari.

24.             Tulang Anggota Gerak Bagian Bawah. Terdiri atas 2 …, 2 tulang …, 2 tulang …, 2 tulang … , 14 tulang … , 10 tulang … dan 28 tulang ….

 

 

 

 

 

 

 

 

Soal OSN BAB MATERI DAN WUJUD ZAT

  D.  2, 4, dan 5 Kunci jawaban : C Soal nomor 6 Perhatikan sifat fisik benda berikut! (1) Gaya tarik antara molekul kuat (2) Gerak  molekul...